Mencari Tau Presidensi Indonesia di G20 Sub Parlemen

dpm.fmipa.unesa.ac.id – Pertemuan Parliamentary Speakers’ Summit (P20) merupakan salah satu rangkaian kegiatan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20. Parlemen dapat dan harus memberikan kontribusi substantif untuk pembahasan G20 bersama masyarakat sipil, dan sektor swasta di antara konstituen G20 lainnya. Berangkat dari keberhasilan pertemuan P20 sebelumnya, Inter-Parliamentary Union (IPU) dan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) akan bersama-sama menjadi P20 pada 6 dan 7 Oktober 2022 (didahului oleh Forum Parlemen pada 5 Oktober), sebelum KTT Pemimpin G20.

Mengutip dari laman DPR RI, pada agenda pertama yaitu Parliamentary Forum in the Context of the G20 di P20 pada Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, 5 Oktober 2022 kemarin. Ketua DPR RI Dr. (H.C) Puan Maharani mengatakan kekuatan Parlemen dalam mewakili suara rakyat akan memberikan legitimasi atas upaya pemerintah setiap negara dalam menjalankan komitmen kebijakan luar negeri dan kerjasama antar negara. Dr. (H.C) Puan Maharani menyebutkan pada kesempatan P20 harus dapat merumuskan suatu agenda yang dapat meningkatkan kemampuan setiap negara untuk merespon dan menghadapi berbagai permasalahan global.

Mengutip pula dari lintasparlemen, salah satu isu utama P20 selain perubahan iklim dan energi terbarukan, kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan juga menjadi isu yang diangkat. Ketua DPR RI menilai pendidikan juga berperan penting dalam membangun kesadaran kesetaraan gender. Selain itu, menurutnya, pendidikan juga sangat berperan terhadap penghapusan diskriminasi terhadap perempuan. Wanita yang kerap disapa Bu Puan itu, juga menyoroti Indeks Kesetaraan Gender PBB yang menunjukkan pada tahun 2021, 95% perempuan telah menempuh pendidikan sekunder dan 57.7% perempuan terserap ke pasar tenaga kerja. Karena menurutnya, perempuan juga merupakan bagian integral dari pemberdayaan komunitas yang efektif dan berkelanjutan. Sumber foto : Sekretariat Presiden Republik Indonesia

Rutin Tahunan, Begini Situasi Pelatihan Legislatif 2022

dpm.fmipa.unesa.ac.id – PELEG merupakan kepanjangan dari Pelatihan Legislatif. PELEG DPM FMIPA UNESA dilaksanakan pada 16-18 September 2022 secara daring (google meeting) dan luring (gedung D1 FMIPA). Kegiatan ini diikuti oleh 74 peserta yang dibagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok nakula dan kelompok sadewa yang masing-masing didampingi oleh pendamping kelompok.

Pada tanggal (16/09/22) pukul 19.15-20.30 WIB diadakan technical meeting bagi para peserta yang mengikuti PELEG dengan serangkaian acara dimulai dari pemaparan kontrak belajar hingga penutupan melalui google meeting. 

Pada hari pertama (17/09/22) dimulai dengan registrasi peserta, pembukaan, materi 1-3, breafing penugasan, dan penutupan hari pertama. Materi hari pertama yaitu materi pertama mengenai Pengenalan Kelegislatifan Lingkup Kampus disampaikan oleh saudara Catur Ambyah Budiono, materi kedua mengenai Analisis Sosial disampaikan oleh Dr. Bambang Sigit Widodo, M.Pd selaku dosen dari Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FISH), dan materi ketiga mengenai Perundang-undangan yang disampaikan oleh saudara Muhammad Dimaz Fitransyah.

Pada hari terakhir (18/09/22) serangkaian acara sama seperti pada hari kedua, tetapi ditutup dengan kesan dan pesan, pengumuman peserta dan kelompok terbaik, dan pembagian sertfikat. Materi pada hari terakhir diantaranya, Teknik Persidangan yang disampaikan oleh

saudara Erico Dwi Pratama, Pengawasan dan Audit Keuangan yang disampaikan oleh saudari Tukhfatur Rizmah Azis, dan materi terakhir tentang Komunikasi dan Advokasi yang disampaikan oleh saudara Hamdi Fadli, S.H dari LBH (Lembaga Bantuan Hukum).

Akhir dari kegiatan ini yaitu kesan dan pesan disampaikan oleh peserta teraktif “acaranya sangat bermanfaat juga tidak membosankan, disini saya dapat menambah wawasan juga teman dari fakultas lain yaitu FISH, semoga kedepannya dapat mengadakan kegiatan peleg yang bermanfaat”. Sebelum perpisahan terakhir, semua peserta dan panitia berfoto bersama sebagai dokumentasi dan juga kenang-kenangan bahwa PELEG 2022 telah sukses dilaksanakan. 

Tim PPK Ormawa DPM tunjukkan inovasi sains

dpm.fmipa.unesa.ac.id – Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan atau biasa disebut dengan PPK Ormawa merupakan sebuah pelaksanaan program pengabdian dan pemberdayaan masyarakat yang dinisiasi oleh organisasi kemahasiswaan. Pada periode pertama, DPM FMIPA UNESA lolos pada pendanaan dengan tajuk “Pemberdayaan Kelompok Tani Muda Desa Tawangrejo Lamongan melalui program PURIGAMI (Pupuk Organik dari Limbah Jerami) sebagai alternatif ketergantungan pupuk anorganik”.

Sari Kusuma Dewi, S.Si., M.Si., selaku dosen pembina PPK Ormawa dari jurusan biologi Universitas Negeri Surabaya menjelaskan topik yang diangkat oleh DPM sangatlah bermanfaat dilatarbelakangi kurangnya efisiensi pupuk anorganik karena unsur nitrogen terlalu tinggi dan banyaknya limbah jerami di kawasan sekitar.

Beliau juga menambahkan, dengan ide yang digagas akan mengurangi beban petani di masa pemuihan ekonomi pasca pandemi dan meilhat peluang pada limbah jerami yang dihasilkan dari panen sangat melimpah dan kurang maksimal dalam pemanfaatanya.

Program yang diketuai Masrurotul Ilmiah beserta 14 anggota lain bertempat di Desa Tawangrejo Kabupaten Lamongan tersebut bertujuan untuk membentuk dan memberdayakan kelembagaan kelompok tani muda di desa Tawangrejo melalui peningkatan pengetahuan dan keterampilan mengeani inovasi pembuatan pupuk organic dari limbah jerami dan proses pemanfaatanya melalui sosialisasi, pelatihan, pengolahan pupuk dan pembinaan.

“Kedepannya luaran dari produk tersebut juga dapat diimplementasikan ke masyarakat sekitar yang tentunya dari kegiatan mahasiswa seperti sosialisasi, praktik, dan sebagainya,” ujar dosen yang kerap dipanggil Bu Sari.

Beliau juga berharap dengan program yang berjalan tersebut dapat membawa dampak dan manfaat bagi masyarakat Desa Tawangrejo dengan inovasi yang digagas oleh DPM FMIPA UNESA. “Saya juga berharap DPM juga terus berinovasi dengan kreasi lainnya yang tidak hanya berhenti pada program ini,” paparnya

Penulis : Firda Shofiana Afifah/Mohammad Dian Purnama
Editor   : Ian^

Siapkan Legislator Muda, DPM gelar edukasi bersama DPR RI

dpm.fmipa.unesa.ac.id – Sebagai satu-satunya organisasi yang bergerak di bidang legislatif selingkung FMIPA UNESA, DPM membawa para anggotanya lebih mengenal sistem kelegislatifan pemerintah. Hal tersebut dapat terlaksana dengan diadakannya Edukasi Parlemen yang diselenggarakan secara virtual, Selasa (28/06/2022).

Kegiatan yang digelar bersama DPR RI ini mengangkat tema “Bangun Legislator Muda yang Berkapabilitas dalam Menghadapi Reformasi Indonesia” yang dihadiri oleh Muammil Rokhily, S.Sos., sebagai Kepala Sebagian Promosi Diseminasi dan Edukasi Parlemen, Indah Kurniasari, S.Sos., M.Kesos., sebagai Pranata Humas Muda Sekjen DPR RI dan sebagai narasumber, dan Nur Syaban Alif S.Hum., sebagai tourguiding museum DPR RI.

Dalam Edukasi Parlemen terdapat 2 pembahasan yaitu yang pertama mekanisme kerja DPR dan yang kedua peran mahasiswa dalam politik. Mekanisme kerja DPR RI terbagi menjadi 5 yaitu Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Undang-Undang MD3, Undang-Undang Partai Politik, dan Tata Tertib DPR.

Peran mahasiswa dalam bidang politik salah satunya yaitu saat dibentuknya Undang-undang oleh DPR RI mahasiswa dapat turut berpartisipasi dengan memberi masukan, selain itu saat dijalankannya sidang dari DPR RI mahasiswa dapat mengawasi sidang tersebut, dan mahasiswa diharapkan untuk mengkaji dari permasalahan dalam bidang kampus

Dalam kegiatan ini pihak DPM FMIPA UNESA diajak keliling museum DPR secara virtual. Dalam museum tersebut banyak sejarah-sejarah DPR yang telah dilalui dalam masa lampau, pada ruang sidang terdapat banyak kursi dan meja untuk melaksanakan sidang-sidang. Selain itu terdapat filososfi tersendiri pada atap gedung DPR “Filosofi dari atap gedung DPR yaitu dari burung Garuda sehingga dalam interpretasinya itu Indonesia bisa terbang diantara negara-negara lain yang berkembang di dunia ini” ungkap Bagian Humas dari Pengelolaan Museum.

Edukasi Parlemen ini diharapkan untuk menambah wawasan sistem legislatif dalam lingkup DPR RI. Sehingga DPM FMIPA UNESA dapat memahami pemaparan materi dari narasumber, selain itu sebagai mahasiswa dapat berpartisipasi dalam bidang politik.

Penulis : Lintang
Editor   : Ian

Tok!! Papua Punya 5 Provinsi, Apa tanggapan DPM?

dpm.fmipa.unesa.ac.id – Sah!! Rancangan Undang-Undang (RUU) terkait provinsi baru Papua atau DOB (Daerah Otonomi Baru) Papua disetujui pada Rapat Paripurna ke-6 Persidangan V tahun sidang 2021-2022 DPR RI, Kamis (30/6/2022) silam.

RUU tersebut juga membahas terkait pemekaran Provinsi di Papua yang semula ada dua provinsi menjadi 5 provinsi. Ketiga provinsi baru di Papua yaitu Provinsi Papua Selatan yang mencakup Kabupaten Merauke, Kabupaten Boven Digoel, Kabupaten Mappi serta Kabupaten Asmat. Berikutnya ada Provinsi Papua Tengah yang cakupan wilayahnya meliputi Kabupaten Nabire, Kabupaten Paniai, Kabupaten Mimika, Kabupaten Puncak Jaya, Kabupaten Puncak, Kabupaten Dogiyai, Kabupaten Intan Jaya, serta Kabupaten Deian. Dan terakhir Provinsi Papua Pegunungan mencakup Kabupaten Jayawijaya, Kabupaten Pegunungan Bintang, Kabupaten Yahukimo, Kabupaten Tolikara, Kabupaten Mamberamo Tengah, Kabupaten Yalimo, Kabupaten Lani Jaya, dan Kabupaten Nduga.

Mengutip dpr.go.id, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, Dr.(H.C.) Puan Maharani, S.Sos. mengatakan dukungan legislasi dari DPR dalam hal pemekaran wilayah ini untuk menjamin hak rakyat Papua dan pemerataan pembangunan di Bumi Cenderawasih tersebut.  Beliau juga menambahkan RUU yang disahkan tersebut juga akan menjamin hak sosial dan ekonomi masyarakat Papua terkait pemekaran wilayah yang bertujuan untuk pemerataan dan keadilan pembangunan di Indonesia.

Ketua Komisi B (Legislasi) DPM FMIPA UNESA, M. Asyam Izzah K. mengatakan dengan adanya penambahan provinsi di daerah timur sana bisa menambahkan tingkat kinerja pemerintah dalam mensejahterakan masyarakat karena lingkup provinsinya di perkecil sehingga mobilitas dalam pengeksekusiannya relatif lebih mudah.

“Ya semoga dengan keputusan dari pemerintah tersebut terkait pemekaran provinsi di Papua merupakan hal yang terbaik bagi keberlangsungan masyarakat dan sistem pemerintahan di daerah sana” ujar Dewan DPM yang sering dipanggil Asyam tersebut.

Penulis : Dianita dan Devira
Editor   : Ian

Tanggapan DPM terkait Cak Hasan Kembali Terpilih Menjadi Rektor

dpm.fmipa.unesa.ac.id – Prof. Dr. Nurhasan, M.Kes. Kembali terpilih menjadi rektor Universitas Negeri Surabaya yang dilantik di Upacara Pelantikan Pejabat Kemendikbudristek pada Kamis (30/06/2022) secara daring dan luring di Jakarta. Acara yang disiarkan melalui kanal youtube Kemendikbud RI pukul 14.00 WIB dihadiri oleh Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi, Nadiem Anwar Makarim B.A., M.B.A., beserta 13 Pejabat Tinggi di Lingkungan Kemendikbudristek.

Serangkaian acara pada upacara pelantikan diawali dengan pembacaan Keputusan Presiden Republik Indonesia tentang Pengangkatan Pejabat Pimpinan Tinggi Madyadan Pemberhentian dari Jabatan Pimpinan Tinggi Madya serta Pemberhentian dari dan Pengangkatan dalam Jabatan Fungsional Ahli Utama ditetapkan di Jakarta (24/06/22). Dilanjutkan pembacaan Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia tentang Pengangkatan Pimpinan Perguruan Tinggi Negeri periode tahun 2022-2026 dan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Di Lingkungan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi ditetapkan di Jakarta (28/06/22). Pengambilan Sumpah atau Janji Jabatan oleh Menteri Kemendikbudristek dan dilanjutkan Penandatanganan Berita Acara Sumpah atau Janji Jabatan. Kemudian, sambutan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi dengan ditutup doa.

Pada kegiatan tersebut Nadiem Anwar Makarim B.A., M.B.A. tidak hanya melantik Prof. Dr. Nurhasan, M.Kes. sebagai Rektor Universitas Negeri Surabaya periode tahun 2022-2026, tetapi beberapa pejabat lainnya yakni, Dr. Ir. Ishak Hasan, M.Si. sebagai Rektor Universitas Teuku Umar, Prof. I Nyoman Puged Aryantha sebagai Rektor Institut Teknologi Sumatra, dan Ferdinand Gansalangi S.K.M., M.E., M.Kes. sebagai Direktur Politeknik Negeri Nusa Utara.

“Saya harap dapat terus mengembangkan iklim pendidikan tinggi yang memacu kreatifitas dan inovasi dengan mengimplementasikan kebijakan dengan program merdeka belajar kampus merdeka di kampus yang bapak-bapak pimpin.” ujar seseorang yang kerap dipanggil mas Menteri.

Sebagai salah organisasi legislatif Universitas Negeri Surabaya, DPM FMIPA UNESA juga mengapresiasi atas keberhasilan Prof. Dr. Nurhasan, M.Kes. yang terpilih kembali menjadi Rektor Universitas Negeri Surabaya periode 2022-2026.

“Semoga dengan berlanjutnya cak hasan sebagai rektor unesa bisa melanjutkan visi misi Cak Hasan yang menjadikan UNESA sebagai perguruan tinggi berbadan hukum, dan menjadikan UNESA satu langka kedepan” tanggapan Faiz Rizki, selaku Ketua Komisi C (advokasi DPM FMIPA UNESA 2022).

Penulis : Anisah
Editor   : Ian

Gelat Dialog Kebangsaan, DPM fokuskan isu IKN

dpm.fmipa.unesa.ac.id – Isu terkait ekonomi, politik, hukum, lingkungan, dan lain-lain merupakan salah satu kajian yang biasa dibahas oleh Komisi C DPM FMIPA UNESA. Isu pemindahan ibu kota menjadi salah satu topik menarik yang diperbincangkan oleh masyarakat. Hal itu dikemas dengan diadakannya Dialog Kebangsaan DPM FMIPA UNESA yang diselenggarakan secara daring, Sabtu (25/06/2022).

Kegiatan ini mengangkat tema “Utilitas Daerah Kalimantan Timur terhadap Urgensi Pemindahan ibu Kota Negara” dengan mengundang dua pemateri yakni Dr. Nuansa Bayu Segara, S.Pd., M.Pd., Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum UNESA, Wahyu Eka Setyawan, M.Sos., Direktur Eksekutif WALHI/ FoE Indonesia Jawa Timur.

Dr. Sifak Indana M.Pd., Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni FMIPA UNESA menjelaskan mahasiswa yang merupakan salah satu penerus bangsa sudah sepantasnya mulai berfikir luas terkait kondisi negara.

“Sebagai Mahasiswa tentu saja memiliki banyak sekali pemikiran-pemikiran yang terpengaruh oleh informasi-informasi yang menimbulkan pro kontra, tetapi harus ada landasan logis, kritis serta solusi terkait permasalahan yang terjadi” ungkapnya.

Beliau juga menambahkan selain memiliki pandangan yang luas dengan sebuah pendapat, mahasiswa tidak menganggap bahwa pemikirannya merupakan pikiran yang terbaik. Sehingga akan mendapatkan sebuah solusi berdasarkan pemikiran berbagai pihak dengan mengedepankan toleransi.

Kegiatan Dialog Kebangsaan ini diharapkan menjadi jembatan informasi agar membuka banyak pandangan masyarakat terkait tema yang diusung. Mulai dari dasar-dasar atau faktor-faktor urgensi pemindahan ibu kota negara dilihat dari utilitas daerah yang dituju hingga keuntungan beserta dampak yang akan terjadi. Dengan begitu, kelak jika topik ini sudah mulai hangat dan tersebar luas, masyarakat dapat memilah informasi yang tersebar dan dapat mencari sumber yang tepat.

Terlihat dalam kegiatan Dialog Kebangsaan ternyata antusiasme masyarakat sangat tinggi. Peserta yang terdiri dari kalangan mahasiswa hingga masyarakat umum ini antusias bahkan sebelum acara dimulai, hingga akhir acara juga banyak sekali runtutan pertanyaan yang terlontar. Walaupun acara dibatasi oleh waktu, demi menjaga kepuasan peserta panitia menyediakan nomor handphone dan email aktif dari narasumber yang bersedia dihubungi.

Penulis : Aida dan Ihza
Editor : Ian

Lancar Mudik Ala Dosen IPA

dpm.fmipa.unesa.ac.id – Setelah 2 tahun larangan mudik diterapkan, akhirnya tahun ini pemerintah kembali memperbolehkan masyarakat melaksanakan mudik lebaran. Mudik menjadi sebuah momen untuk melepas rindu dan bersilaturahmi dengan keluarga yang ada di kampung halaman.

Setelah melaksanakan pembelajaran tatap muka yang dilakukan sejak minggu ke-9, mahasiswa Universitas Negeri Surabaya yang berasal dari luar kota Surabaya sudah mulai kembali ke daerahnya masing-masing. Supaya mudik lancar, dibutuhkan persiapan yang harus matang. Berikut ada tips menurut Dhita Ayu Permata Sari S.Pd., M.Pd., dosen S1 Pendidikan Sains Universitas Negeri Surabaya untuk Bapak atau Ibu dosen dan Mahasiswa dalam mempersiapkan mudik lebaran kali ini.

  1. Kondisi dan kelengkapan kendaraan
    Sebelum mudik kondisi kendaraan perlu disiapkan. Periksa kendaraan yang akan digunakan mudik. Patikan kendaraan layak digunakan untuk mudik. Selain itu kelengkapan kendaraan perlu diperhatikan seperti helm standar SNI, SIM, STNK, perlengkapan darurat dan lain-lain. Persiapan ini berguna untuk memperlancar perjalanan mudik dan mengantisipasi hal terburuk yang akan terjadi.
  1. Memilih model transportasi yang sesuai dengan jarak tempuh
    PIlih model transportasi yang aman digunakan. Jika jaraknya terlalu jauh lebih baik menggunakan transformasi umum seperti kereta, pesawat dan bis. Namun jika jaraknya masih terjangkau pilih transformasi pribadi seperti mobil.
  1. Memperhitungkan kapasitas penumpang dengan barang bawaaan
    Sebelum melakukan perjalanan pastikan penumpang dan barang bawaan sesuai dengan kapasitas yang telah ditentukan. Seperti mobil maksimal penumpangnya 8 orang, namun juga ada mobil yang maksimal penumpangnya 5 orang. Jika menggunakan motor maksimal penumpang hanya 2 orang. Kapasitas penumpang dengan barang bawaan perlu diperhatikan guna meminimalisir kecelakaan karena kelebihan kapasitas penumpang dengan barang bawaan.
  1. Mengisi bahan bakar
    Sebelum melakukan perjalanan mengisi bahan bakar. Hal ini perlu dilakukan guna tidak kehabisan bahan bakar ditengah perjalanan.
  1. Tetap memantau berita atau informasi arus mudik dari radio atau televisi
    Tetap memantau berita atau informasi arus mudik melalui radio dan televisi. Hal ini berguna untuk panduan mudik mengenai ruas mana yang sekiranya lebih lancar dan efektif.
  1. Mentaati aturan lalu lintas
    Tetap menaati aturan lalu lintas agar tidak terjadi kemacetan dan meminimalisir kecelakaan. Menaati lalu lintas seperti tidak berhenti dibahu jalan kecuali dalam keadaan darurat, jika ada lampu merah tidak menerobos, lakukan perjalanan dengan kecepatan standart dan lain-lain.
  1. Patuhi protokol kesehatan
    Patuhi protokol kesehatan guna mengurangi penyebaran COVID-19. Dengan ini, diharapkan tidak ada lonjakan kasus COVID-19 pasca lebaran 2022. Protokol kesehatan yang harus dipatuhi diantaranya yaitu :
    – Menggunakan masker
    – Wajib mengganti masker setiap empat jam sekali
    – Mencuci tanggan dengan sabun dan air mengalir atau gunakan hand sanitizer
    – Menghindari kerumunan.
  2. Melapor ke ketua RT setempat
    Sebelum melakukan mudik sebaiknya melapor ke ketua RT setempat. Agar penjaga dapat melakukan patroli di pemukiman yang ditinggal mudik penghuninya. Karena rumah yang kosong rawan pencuri, kebakaran.
  3. Pastikan kembali rumah dalam keadaan baik dan aman ketika ditinggal
    Sebelum berangkat mudik pastikan dulu rumah dalam keadaan aman. Seperti listrik dan kompor karena rawan akan kebakaran.

Itulah beberapa tips mudik menurut Dhita Ayu Permata Sari S.Pd., M.Pd., selaku dosen S1 Pendidikan Sains Universitas Negeri Surabaya untuk Bapak atau Ibu dosen dan Mahasiswa dalam mempersiapkan mudik lebaran kali ini. Selamat Mudik, dan Selamat Merayakan Hari Raya Idul Fitri 1443 Hijriah

Penulis : Vany Andarista Mayang Sari, Shelvia Junita
Editor   : Ian

Aksi Mahasiswa Surabaya 14 April 2022

dpm.fmipa.unesa.ac.id – Ribuan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Surabaya melakukan konvoi menuju Gedung DPRD Jawa Timur, pada Kamis (14/04/2022). Massa mahasiswa berangkat secara rombongan menggunakan mobil komando dan sepeda motor memadati jalanan surabaya, salah satunya di Jalan Ahmad Yani. Korlap Aksi Aliansi Mahasiswa Surabaya, S Andre Prasetyo Utomo mengatakan setidaknya ada 3.000 dari Seluruh mahasiswa yang ada di berbagai universitas yang ada di Surabaya turun ke jalan untuk melakukan unjuk rasa. Mereka akan lebih dulu berkumpul di Monumen Kebun Binatang Surabaya, untuk selanjutnya melanjutkan longmarch menuju Gedung DPRD Jawa Timur.

Pada aksi ini para mahasiswa mempunyai 7 tuntutan yakni:

  1. Menuntut pemerintah untuk melakukan evaluasi perihal kebijakan DMO dan DPO dan berdampak pada kenaikan dan kelangkaan minyak goreng di Indonesia.
  2. Menuntut pemerintah untuk segera mengusut tuntas praktik mafia minyak goreng di Indonesia
  3. Menuntut pemerintah untuk melakukan evaluasi kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) khususnya jenis Pertamax dan meninjau secara intens perihal pendistribusian BBM jenis Pertalite dan Solar yang mengalami kelangkaan.
  4. Menuntut pemerintah menurunkan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) 11 persen mengingat keadaan ekonomi di Indonesia sedang tidak baik-baik saja
  5. Menuntut pemerintah untuk menunda pemindahan Ibu Kota Negara sebelum rancangan pembangunan dan pengelolaan lingkungan dituntaskan mengingat anggaran yang dibutuhkan sangat tinggi.
  6. Mengutuk segala Tindakan Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN) dalam proses pemindahan Ibu Kota Negara dari Jakarta ke Kalimantan Timur.
  7. Menuntut terwujudnya Reforma Agraria yang dimana saat ini telah banyak kasus-kasus perampasan tanah dan pembangunan tambang secara paksa.

Setelah menyampaikan tuntutan para mahasiswa meminta sikap Kusnadi, S.H., M.Hum., ketua DPRD Jawa Timur ikut turun menemui para mahasiswa agar bisa menyampaikan tuntutan kepada Ir. H. Joko Widodo, Presiden Republik Indonesia dan Dr. (H.C.) Puan Maharani, S.Sos, ketua DPR RI. Dengan tertandatangani tuntutan mahasiswa oleh ketua DPRD Jawa Timur mahasiswa berharap ada respon baik dari pemerintahan pusat agar bisa menyelesaikan tuntutan pada aksi yang dilaksanakan oleh aliansi mahasiswa Surabaya pada 14 April 2022.

Penulis : Faiz
Editor   : Ian

Maraknya Kekerasan pada Anak, Dosen Matematika Kembangkan Riset

dpm.fmipa.unesa.ac.id – Satuan Kecerdasan Artificial (Artificial Intelligence) dan Publikasi Ilmiah atau yang biasa disebut dengan Satuan AIPI Universitas Negeri Surabaya mengadakan Weekly Scientific Publication Seminar dengan topik Real-time Violence Detection in Surveillance Camera Using Deep Transfer Learning Feature Extraction pada Kamis (14/04/2022) yang diselenggarakan secara daring melalui zoom meeting dan disiarkan secara langsung di kanal youtube Artificial Intelligence and Scientific Publication.

Kegiatan seminar ini menghadirkan narasumber yang hebat dalam bidangnya yaitu Dr. Elly Matul Imah, M.Kom, selaku dosen jurusan matematika Satuan Kecerdasan Artificial (Artificial Intelligence) dan Publikasi Ilmiah atau yang biasa disebut dengan Satuan AIPI Universitas Negeri Surabaya. Menjadi narasumber sekaligus membuka kegiatan seminar, beliau menjelaskan Kembali tujuan diadakannya kegiatan tersebut yaitu untuk meningkatkan kultur akademik di Unesa. “Jadi mahasiswa, dosen, dan civitas akademik lain bisa saling sharing research yang pernah dilakukan dan dipublikasikan baik di jurnal, conference, dan lainnya yang mungkin dapat berkolaborasi bersama” ujarnya.

Dr. Elly Matul Imah, M.Kom, memaparkan salah satu faktor yang menyebabkan kekerasan pada anak yaitu tingkat stres yang tinggi sehingga mengakibatkan perubahan drastis terhadap kebiasaan yang dilakukan. Sehingga dampak yang akan diakibatkan dalam kekerasan pada anak yaitu mulai dari kesulitan belajar, mengalami kecemasan yang berlebihan, mengalami depresi, kecacatan, mengalami gangguan jiwa hingga kematian. Sehingga muncul riset tentang violence detection, riset pengembangan sistem cerdas pendeteksi tindak kekerasan pada anak yang menautkan suatu rekaman baik dari database online maupun live camera seperti CCTV.

Dari pengembangan riset oleh Dr. Elly Matul Imah, M.Kom bersama timnya diharapkan dapat mengurangi tindakan kekerasan pada orang lain khususnya pada anak dibawah umur.

Penulis : Ian, Alfini, Syalvira
Editor   : Ian