Upgrading DPM FMIPA UNESA 2023

Meningkatkan Partisipasi Pemilih dan Mencegah Politik Uang Dalam Pemilu

Begini 5 Tips Agar Resolusimu Terwujud

dpm.fmipa.unesa.ac.id – Siapa yang sudah menyusun resolusi di tahun baru ini? Tak lengkap rasanya jika momen pergantian tahun tidak disertai dengan menyusun resolusi tahun baru. Sudah menjadi tradisi untuk melengkapi akhir tahun, tak sedikit orang berharap dengan resolusi akan memberikan perubahan positif bagi dirinya di tahun depan. Nanda Audia Vrisaba M.Psi, Psikolog, dosen psikologi Universitas Negeri Surabaya (UNESA), membagi tips bagaimana membuat resolusi kamu agar tidak sekedar wacana.
  1. Kemampuan Diri Membuat resolusi sebaiknya mengacu pada kemampuan diri. Dengan kata lain resolusi harus realistis sehingga langkah pencapaiannya bisa ditentukan dan diukur. Jika tidak diukur dengan kemampuan, resolusi sulit dicapai dan bisa mempersulit diri sendiri yang ujung-ujungnya bisa bikin stres. Hindari tujuan yang terlalu banyak, karena bisa bikin seseorang tidak fokus dan bisa-bisa tidak ada yang tercapai. “Susunlah tujuan mulai dari hal-hal kecil atau sederhana yang sesuai kemampuan, jangan ikut-ikutan orang, karena setiap orang berbeda kemampuannya,” dikutip dari laman Unesa, Sabtu (31/12/2022).
  2. Punya Target dan Rencana Setelah membuat daftar tujuan hidup yang akan dicapai dalam setahun, dua tahun atau lima tahun ke depan, penting juga menyusun rencana mengenai langkah apa yang akan dilakukan dalam kurun waktu tertentu. Contohnya, jika target lulus kuliah tahun depan. Syarat-syarat kelulusan harus dipenuhi satu persatu. Seperti TOEFL, proposal hingga tesis termasuk publikasi ilmiah misalnya. Semua harus direncanakan dan ditargetkan sehingga bisa tercapai sesuai harapan.
  3. Komitmen Dalam perjalanan mencapai tujuan, akan banyak tantangan yang dihadapi yang tentunya dibutuhkan komitmen untuk tetap berusaha menggapainya. Komitmen inilah yang membuat seseorang tetap di jalan yang direncanakan untuk mencapai target dan tujuan hidup yang telah disusun. “Banyak orang yang punya resolusi diri, tetapi kan tidak semua bisa mencapainya, salah satu faktornya tidak ada atau kurangnya komitmen,” ujarnya.
  4. Antisipasi Tantangan harus disikapi dengan bijak. Tantangan harus dipandang sebagai pintu untuk sebuah pencapaian. Tantangan bisa diprediksi yang selanjutnya menjadi referensi untuk membuat langkah antisipasi berupa perencanaan berlapis. Dalam arti, perlu menyusun rencana lain ketika rencana awal tidak berjalan sesuai harapan. “Kalau tidak punya antisipasi, tiba-tiba ada kendala bisa membuat kita mudah menyerah,” paparnya.
  5. Pendekatan SMART Dalam membuat resolusi juga perlu menggunakan pendekatan. Salah satu yang bisa digunakan yaitu “SMART” (specific, measurable, achievable, relevant, time-bound). Pertama, specific atau spesifik. Tujuan yang ditulis atau dibuat harus jelas dan spesifik. Kedua, measurable atau terukur. Resolusi harus dapat diukur untuk mempermudah seseorang mengetahui progresnya. Semakin spesifik tujuan semakin mudah untuk diukur dan diketahui progresnya. Ketiga achievable atau dapat dicapai. Resolusi bukan sekadar membuat tujuan hidup, tetapi bagaimana tujuan yang dibuat benar-benar memungkinkan untuk dicapai. Artinya didasarkan pada pertimbangan dari berbagai aspek, sumber daya, waktu dan lain-lain. Keempat, relevant. Resolusi yang disusun tentu harus sesuai dengan kebutuhan, prioritas dan sumber daya yang ada. Kelima, time-bound atau punya batas waktu tertentu. Seseorang harus menentukan sasaran atau target dan rentang waktu tertentu untuk mencapainya. (ian/Garakta Studio)

PEMIRA Sudah Tinggal Menghitung Hari, Perubahan Apa Tahun Ini?

dpm.fmipa.unesa.ac.id – Pemilihan Umum Raya (PEMIRA) Universitas Negeri Surabaya (UNESA) merupakan kegiatan pemilihan yang di ikuti oleh seluruh mahasiswa untuk mendapatkan pemimpin organisasi ideal yang dicintai seluruh Civitas Akademik UNESA. Untuk PEMIRA Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UNESA sendiri merupakan sarana pelaksanaan kedaulatan mahasiswa FMIPA UNESA untuk memilih pemimpin yang meliputi Ketua dan Wakil Ketua BEM, anggota DPM, serta Ketua dan Wakil Ketua HMJ selingkung fakultas. Sebelum dilaksanakannya PEMIRA, organisasi kelegislatifan baik ditingkat universitas maupun fakultas akan mengadakan rapat koordinasi (rakoor) dan sidang internal terkait peraturan PEMIRA. Adapun rakoor yang dilaksanakan DPM FMIPA UNESA terdapat dua sasaran, yakni organisasi kemahasiswaan (ormawa) dan warga selingkung FMIPA UNESA. Adapun pembahasan dengan Ormawa sebagai berikut: Adapun pembahasan dengan Warga FMIPA sebagai berikut: Kegiatan sidang terkait peraturan PEMIRA FMIPA UNESA sendiri digelar pada rabu (22/11/2022) di Auditorium Gedung D1 FMIPA UNESA. Kegiatan tersebut dihadiri oleh semua dewan DPM FMIPA UNESA dan beberapa tamu undangan dari BEM FMIPA UNESA. Salinan Peraturan PEMIRA FMIPA UNESA dapat diunduh disini

Dari Jember, BPM FMIPA UNEJ Gali Best Practice

dpm.fmipa.unesa.ac.id – DPM FMIPA UNESA terima kunjungan dari Badan Perwakilan Mahasiswa Fakultas Matematika dan IPA Universitas Jember (BPM UNEJ) pada 18 November 2022 kemarin secara daring. Acara yang dikemas dengan nama Sarasehan BPM FMIPA UNEJ itu mengangkat tema “Satukan Aspirasi, bersama Menjalin Hubungan dan Bertukar Pengalaman Organisasi bersama BPM FMIPA Universitas Jember dan DPM FMIPA Universitas Negeri Surabaya”. Kegiatan yang diikuti oleh puluhan anggota DPM dan BLM dari berbagai komisi itu membahas tentang legislasi, advokasi, media, dan banyak lagi. Adapun pembagian diskusi yang dilakukan per komisi meliputi: Komisi A DPM (Pengawasan) – Komisi 3 BPM (Pengawasan); Komisi B DPM (Legislasi) – Komisi 2 BPM (Legislasi); Komisi C DPM (Advokasi) Komisi 1 BPM (Aspirasi); Komisi D DPM (Internal) + Media DPM – Komisi 4 BLM (Infokom). BPM FMIPA UNEJ juga melirik program HALO DPM yang dinilai cukup menarik dalam menampung aspirasi mahasiswa di lingkup fakultas dan jurusan. Pengelolaan media sosial harus dikelola dengan baik dan tertata mengingat cukup banyak platform digital yang dijadikan sebagai sumber informasi dari sebuah instansi ataupun organisasi. “Berbagai perbedaan akan menjadikan sebuah inovasi kedepannya guna menjadikan organisasi dengan mutu yang lebih tinggi lagi terkhususkan dalam penyampaian informasi terkait kelegislatifan baik di lapangan maupun media sosial,” ujar Ian selaku Ketua Media Komunikasi DPM FMIPA UNESA. Ia juga menyebut media sosial sangat penting dalam menjadi garda terdepan dalam penerimaan aspirasi mahasiswa dan kehumasan baik dalam media partner, kunjungan, rakoor, dan lainnya. (ian)

Sarasehan 2022, Fokuskan Evaluasi dan Kebijakan PTNBH UNESA

dpm.fmipa.unesa.ac.id – Dewan Perwakilan Mahasiswa Fakultas MIPA (DPM FMIPA) Universitas Negeri Surabaya (UNESA) gelar Sarasehan di Auditorium D1 FMIPA UNESA pada 28 Oktober 2022. Acara yang digelar dengan tema “SAMBAT” itu merupakan diskusi terbuka dari DPM yang memiliki tujuan untuk menghubungkan mahasiswa FMIPA agar bisa menyampaikan aspirasinya melalui pertanyaan dan saran secara langsung kepada pihak birokrasi fakultas. Adapun tanggapan fakultas sebagai berikut

PKKMB 2022

  • Mengenai jalannya PKKMB, metode yang dilaksanakan di PKKMB sudah bervariatif.
  • Terdapat SK Rektor untuk pelaksanaan PKKMB yang digandengkan dengan acuan PKKMB dari belmawa dalam rangka membatasi agar kegiatan PKKMB tidak kebablasan.
  • Tim Evaluator PKKMB diawasi oleh WR3 dan lebih detail lagi oleh DPM karena di dalam peraturan juga terdapat pengawasan.
  • Atribut yang digunakan saat PKKMB memang digunakan yang dapat mencirikan suatu fakultas.
  • Mengenai tugas-tugas dalam PKKMB bertujuan untuk latihan manajemen waktu antara mengerjakan tugas dengan makan.

Kampus Merdeka

  • Kampus merdeka untuk Angkatan 2018 bersifat sukarela, untuk Angkatan 2019 memang diarahkan oleh universitas sekitar 540 mahasiswa, Angkatan 2020 berupa KKN setara dengan 20 sks.
  • Pertukaran pelajar, magang berupa PLP dan riset, asistensi mengajar, …
  • Kampus merdeka sudah difasilitasi oleh kampus, sehingga tidak terlalu banyak kendala.
  • Kampus merdeka dianggap terlalu lama sekitar 4 bulan karena memang sudah diukur sesuai dengan 20 sks.
  • Mengenai sosialisasi kampus merdeka yang kurang akan lebih ditingkatkan pada setiap prodi setiap semester.

Pelaksanaan Perkuliahan

  • Tidak ada jadwal kuliah yang bentrok, kecuali jika ada pergantian jadwal mata kuliah.
  • Tugas banyak memang seperti itu di kuliah yang sudah berbeda saat menjadi mahasiswa dan dosen sudah mengukurnya, mungkin kedepannya kaprodi akan mengecek koas-koas apakaah sudah sesuai.
  • Semakin sibuk akan semakin paham membagi waktu.
  • Regulasi perkuliahan online 25-50% .
  • Jika melihat hal yang tidak terpuji dapat ditegur.

Sarana Prasarana

  • Untuk menaati peraturan yang ada, seperti memarkir kendaraan di tempat yang telah dijelaskan untuk meminimalisir terjadinya kehilangan motor.
  • Belum ada data pasti jadwal praktikum sehingga sering terkunci, ke depannya bisa diperpanjang waktu buka tempat parkir.
  • Untuk ormawa juga sebaiknya memarkir di tempat parkir bukan depan SO untuk meminimalisir terjadinya kehilangan.
  • Butuh proses untuk pengadaan alat-alat praktikum.
  • AC yang tidak menyala dapat melapor agar dapat dibenahi.

PTN-BH

  • Dari sisi struktur organisasi bisa berubah, misalnya jurusan tidak ada lagi tetapi departemen minimal 3 prodi, namun tetap menunggu arahan dari rektor.
  • Dari sisi keuangan, menjadi mandiri yang tidak akan disubsidi, jika disubsidi lebih sedikit.

UKT

  • Pembayaran UKT sudah terjadwal yang dapat dicek di kalender akademik yang dapat disampaikan kepada orang tua.
  • UKT sudah diukur ketika mendaftar awal perkuliahan di sistem pendaftaran.
  • Penentuan UKT golongan berapa melalui sistem.
  • Ke depannya bisa mengajukan pembayaran UKT menggunakan Virtual Account.
Adapun pertanyaan teratas sebagai berikut:

Kenapa pada perkuliahan semester 5 diwajibkan untuk mengikuti KKN? Sedangkan fakultas lainnya dipersilakan untuk memilih

  • Pihak fakultas memilih sistem 602 (6 di prodi, 2 di luar kampus). Untuk Pendidikan wajib PLP, murni wajib magang. 20 sks sisa boleh memilih selain KKN;
  • Kenapa KKN harus di semester 5 karena pertimbangannya agar dapat lulus 7 semester

Bagaimana jika parkiran sudah di luar jam kerja?

  • Jika sudah di luar jam kerja, parkir bisa dipindah;
  • Jika masih ada kendaraan yang terkunci di dalam parkiran dapat menghubungi satpam

Kualitas kecepatan internet menurun, bagaimana?

  • Dari pihak fakultas akan dicek dan koordinasi lagi .

Mahasiswa dapat parkir dimana jika di luar jam kerja?

  • Di dekat ormawa agar lebih mudah diawasi;
  • Akan ada penambahan CCTV

Apakah benar HMJ berubah menjadi HMP jika PTN-BH?

  • Benar, ATK yang diberikan hanya itu yg bisa diberikan;
  • Ada ketentuan terlebih dahulu yg membahas ormawa, tidak mungkin langsung

Alur banding UKT yang sekarang bagaimana?

  • Minimal smstr 3 melakukan banding UKT, penurunan UKT dapat dilakukan apabila terjadi force majeure yaitu orang tua yang meninggal atau kehilangan pekerjaan, opsi lain yaitu melakukan penundaan UKT.
(ian/red)

UNESA Resmi Jadi PTN-BH

dpm.fmipa.unesa.ac.id – Universitas Negeri Surabaya (UNESA) sah menjadi Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN-BH) yang mengelola bidang akademik dan nonakademik secara otonom pada 20 Oktober 2022 kemarin. Penetapan UNESA sebagai PTN-BH berpedoman pada STATUTA UNESA yang merupakan peraturan dasar pengelolaan UNESA yang digunakan sebagai landasan penyusunan peraturan dan prosedur operasional di UNESA.

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 37 Tahun 2022 ini, banyak perubahan yang nantinya secara bertahap mulai Visi, Misi, Kebijakan, dan banyak lainnya. Salah satu yang terlihat seperti perubahan istilah jurusan menjadi departemen. 

Mengutip dari laman resmi UNESA, Prof. Dr. Nurhasan, M.Kes. selaku Rektor menyebut tidak ada kenaikan pada biaya kuliah mahasiswa alias SPP mahasiswa. Cak Hasan menyebut tantangan bagi UNESA menjadi PTN BH memang harus pandai mencari pendanaan karena tidak lagi sepenuhnya bergantung pada APBN. Karena itu, pendanaan UNESA bukan bergantung pada SPP mahasiswa, tetapi pada optimalisasi atau pemanfaatan aset yang ada.

Dalam perjalanan sejarahnya, UNESA telah memberikan kontribusi serta mengalami kemajuan sampai sekarang. Pada Tahun 2022, UNESA telah memiliki akreditasi “Unggul” oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi. Melalui perubahan status UNESA menjadi PTN-BH diharapkan UNESA dapat lebih mudah dan cepat untuk mewujudkan visi, misi, dan tujuannya, sehingga dapat memberikan dampak positif pada pencapaian tujuan pendidikan nasional. (ian)

Unduh PP Nomor 37 Tahun 2022

Peringatan Hari Parlemen Indonesia dan Inovasi DPM FMIPA UNESA

dpm.fmipa.unesa.ac.id – Pentingnya peranan Lembaga Perwakilan Rakyat dalam menanmpung aspirasi warga negara dapat dibuktikan setiap tahunnya. Peringatan Hari Parlemen Indonesia salah satunya yang merupakan salah satu hari besar nasional di bulan Oktober setiap tahun. Peringatan Hari Parlemen Indonesia ini menandai sebagai fungsi lembaga perwakilan yang mewadahi aspirasi masyarakat. Hari yang diperingati pada 16 Oktober ini menandai lahirnya lembaga perwakilan rakyat yang menampung aspirasi masyarakat. Badan legislatif yang disebut parlemen dilaksanakan oleh pemerintahan dengan sistem parlementer. Menjadi satu-satunya lembaga kelegislatifan di lingkung FMIPA UNESA, DPM selalu menjadi garda terdepan untuk menampung aspirasi, kritik, masukan, dan sebagainya. Pengimplementasian ini menjadi peranan penting sebagai lempaga perwakilan mahasiswa FMIPA UNESA. Dalam kesempatannya, DPM FMIPA UNESA melalui HaloDPM menjadikan pintu utama untuk keterbukaan terkait kehumasaan selain berfokus pada bidang legislasi dan pengawasan. Hari yang menjadi perilisan maklumat Nomor X tanggal 16 Oktober 1945 tentang perubahan tugas KNIP, dari membantu presiden menjadi setara dengan presiden menjadi awal dari kelahiran parlemen di Nusantara. Inovasi dalam pembaruan DPM FMIPA UNESA setiap tahunnya diharapkan memberi perubahan yang lebih baik dalam bidang legislatif baik di FMIPA maupun Universitas Negeri Surabaya.

Mencari Tau Presidensi Indonesia di G20 Sub Parlemen

dpm.fmipa.unesa.ac.id – Pertemuan Parliamentary Speakers’ Summit (P20) merupakan salah satu rangkaian kegiatan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20. Parlemen dapat dan harus memberikan kontribusi substantif untuk pembahasan G20 bersama masyarakat sipil, dan sektor swasta di antara konstituen G20 lainnya. Berangkat dari keberhasilan pertemuan P20 sebelumnya, Inter-Parliamentary Union (IPU) dan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) akan bersama-sama menjadi P20 pada 6 dan 7 Oktober 2022 (didahului oleh Forum Parlemen pada 5 Oktober), sebelum KTT Pemimpin G20.

Mengutip dari laman DPR RI, pada agenda pertama yaitu Parliamentary Forum in the Context of the G20 di P20 pada Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, 5 Oktober 2022 kemarin. Ketua DPR RI Dr. (H.C) Puan Maharani mengatakan kekuatan Parlemen dalam mewakili suara rakyat akan memberikan legitimasi atas upaya pemerintah setiap negara dalam menjalankan komitmen kebijakan luar negeri dan kerjasama antar negara. Dr. (H.C) Puan Maharani menyebutkan pada kesempatan P20 harus dapat merumuskan suatu agenda yang dapat meningkatkan kemampuan setiap negara untuk merespon dan menghadapi berbagai permasalahan global.

Mengutip pula dari lintasparlemen, salah satu isu utama P20 selain perubahan iklim dan energi terbarukan, kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan juga menjadi isu yang diangkat. Ketua DPR RI menilai pendidikan juga berperan penting dalam membangun kesadaran kesetaraan gender. Selain itu, menurutnya, pendidikan juga sangat berperan terhadap penghapusan diskriminasi terhadap perempuan. Wanita yang kerap disapa Bu Puan itu, juga menyoroti Indeks Kesetaraan Gender PBB yang menunjukkan pada tahun 2021, 95% perempuan telah menempuh pendidikan sekunder dan 57.7% perempuan terserap ke pasar tenaga kerja. Karena menurutnya, perempuan juga merupakan bagian integral dari pemberdayaan komunitas yang efektif dan berkelanjutan. Sumber foto : Sekretariat Presiden Republik Indonesia

Rutin Tahunan, Begini Situasi Pelatihan Legislatif 2022

dpm.fmipa.unesa.ac.id – PELEG merupakan kepanjangan dari Pelatihan Legislatif. PELEG DPM FMIPA UNESA dilaksanakan pada 16-18 September 2022 secara daring (google meeting) dan luring (gedung D1 FMIPA). Kegiatan ini diikuti oleh 74 peserta yang dibagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok nakula dan kelompok sadewa yang masing-masing didampingi oleh pendamping kelompok.

Pada tanggal (16/09/22) pukul 19.15-20.30 WIB diadakan technical meeting bagi para peserta yang mengikuti PELEG dengan serangkaian acara dimulai dari pemaparan kontrak belajar hingga penutupan melalui google meeting. 

Pada hari pertama (17/09/22) dimulai dengan registrasi peserta, pembukaan, materi 1-3, breafing penugasan, dan penutupan hari pertama. Materi hari pertama yaitu materi pertama mengenai Pengenalan Kelegislatifan Lingkup Kampus disampaikan oleh saudara Catur Ambyah Budiono, materi kedua mengenai Analisis Sosial disampaikan oleh Dr. Bambang Sigit Widodo, M.Pd selaku dosen dari Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FISH), dan materi ketiga mengenai Perundang-undangan yang disampaikan oleh saudara Muhammad Dimaz Fitransyah.

Pada hari terakhir (18/09/22) serangkaian acara sama seperti pada hari kedua, tetapi ditutup dengan kesan dan pesan, pengumuman peserta dan kelompok terbaik, dan pembagian sertfikat. Materi pada hari terakhir diantaranya, Teknik Persidangan yang disampaikan oleh

saudara Erico Dwi Pratama, Pengawasan dan Audit Keuangan yang disampaikan oleh saudari Tukhfatur Rizmah Azis, dan materi terakhir tentang Komunikasi dan Advokasi yang disampaikan oleh saudara Hamdi Fadli, S.H dari LBH (Lembaga Bantuan Hukum).

Akhir dari kegiatan ini yaitu kesan dan pesan disampaikan oleh peserta teraktif “acaranya sangat bermanfaat juga tidak membosankan, disini saya dapat menambah wawasan juga teman dari fakultas lain yaitu FISH, semoga kedepannya dapat mengadakan kegiatan peleg yang bermanfaat”. Sebelum perpisahan terakhir, semua peserta dan panitia berfoto bersama sebagai dokumentasi dan juga kenang-kenangan bahwa PELEG 2022 telah sukses dilaksanakan.